Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di SMA Negeri 1 Gondang dilaksanakan secara terintegrasi dalam mata pelajaran maupun lintas mata pelajaran. Untuk saat ini PLH belum bisa dilaksanakan secara monolitik karena keterbatasan jumlah jam pelajaran.
Materi PLH yang disampaikan menyesuaikan dengan kompetensi yang diajarkan. Pembahasan isu lokal ditekankan pada masalah penggalian batu, pelintingan rokok, toga, dan sampah untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dll.
Pengembangan metode pembelajaran materi PLH dilaksanakan melalui diskusi, observasi, outbond dan penghijauan, serta karyawisata. Observasi dilaksanakan ke pabrik pengolahan toga “Dayang Sumbi”, MPS (pelintingan rokok), Puskesmas, Tempat pembibitan Jamur Tiram, dan tempat lain sesuai dengan materi. Kegiatan outbond dan penghijauan dilaksanakan terintegrasi antar mata pelajaran Penjasorkes (materi jelajah alam), Biologi, dan Geografi. Karyawisata untuk kelas XII.
Kegiatan kurikuler sekolah yang berupa karya/aksi nyata dalam mengimplementasikan hasil pembelajaran yang bertema LH antara lain Budi daya jamur tiram, Budi daya air tawar, Budi daya Buah Naga, Budi daya Bunga Anggrek, pemanfaatan limbah untuk karya seni, dan penghijauan serta jelajah alam.
Kegiatan ektrakurikuler yang mendukung pengembangan Pendidikan LH di lingkungan sekolah, yaitu Smadangpala (Pecinta Alam), PMR, KKR (Kader Kesehatan Remaja), Kader PBL (Peduli dan Berbudaya Lingkungan), KIR, dan Pramuka.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Ekstrakurikuler antara lain penghijauan, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Donor darah, Lomba Debat Lingkungan, Semiloka Lingkungan, Bakti Sosial (Baksos), Komposting dan Kewirausahaan.
Kegiatan kemitraan pihak sekolah dengan pihak luar dalam pengembangan Pendidikan LH yaitu:
• Bermitra dengan PPLH Seloliman untuk semiloka
• Bermitra dengan Puskesman untuk PSN, skrening kesehatan, penyuluhan narkoba
• Bermitra dengan Perhutani untuk penghijauan dan out door/outbond
• Bermitra dengan Alumni Univ. jember untuk Kewirausahaan teknologi hasil pertanian
• Bermitra dengan PMI untuk donor darah
• Bermitra dengan PJI untuk kewirausahaan
• Bermitra dengan Pembenihan Jamur Tiram.
Pemanfaatan sarana pendukung sekolah sebagai media pembelajaran LH, pada umumnya sebagai laboratorium alam, yaitu:
• Kebun toga dimanfaatkan untuk pembelajaran keanekaragaman hayati.
• Kolam ikan dimanfaatkan untuk pembelajaran ekosistem air.
• Kumbung Jamur Tiram dimanfaatkan untuk laboratorium alam
• Taman / tanaman dimanfaatkan untuk laboratorium alam
• Sampah oganik untuk pembelajaran komposting
• Sampah anorganik untuk karya seni
Sosialisasi tentang berbudaya lingkungan senantiasa disampaikan kepada seluruh warga sekolah maupun orang tua siswa. Salah satu bentuk sosialisasi berbudaya lingkungan disampaikan melalui slogan – slogan yang ditempatkan di beberapa lokasi.
Materi PLH yang disampaikan menyesuaikan dengan kompetensi yang diajarkan. Pembahasan isu lokal ditekankan pada masalah penggalian batu, pelintingan rokok, toga, dan sampah untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dll.
Pengembangan metode pembelajaran materi PLH dilaksanakan melalui diskusi, observasi, outbond dan penghijauan, serta karyawisata. Observasi dilaksanakan ke pabrik pengolahan toga “Dayang Sumbi”, MPS (pelintingan rokok), Puskesmas, Tempat pembibitan Jamur Tiram, dan tempat lain sesuai dengan materi. Kegiatan outbond dan penghijauan dilaksanakan terintegrasi antar mata pelajaran Penjasorkes (materi jelajah alam), Biologi, dan Geografi. Karyawisata untuk kelas XII.
Kegiatan kurikuler sekolah yang berupa karya/aksi nyata dalam mengimplementasikan hasil pembelajaran yang bertema LH antara lain Budi daya jamur tiram, Budi daya air tawar, Budi daya Buah Naga, Budi daya Bunga Anggrek, pemanfaatan limbah untuk karya seni, dan penghijauan serta jelajah alam.
Kegiatan ektrakurikuler yang mendukung pengembangan Pendidikan LH di lingkungan sekolah, yaitu Smadangpala (Pecinta Alam), PMR, KKR (Kader Kesehatan Remaja), Kader PBL (Peduli dan Berbudaya Lingkungan), KIR, dan Pramuka.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Ekstrakurikuler antara lain penghijauan, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Donor darah, Lomba Debat Lingkungan, Semiloka Lingkungan, Bakti Sosial (Baksos), Komposting dan Kewirausahaan.
Kegiatan komposting dilaksanakan oleh siswa anggota ekstrakurikuler dengan memanfaatkan sampah organik dan media tanam jamur. Pemilahan sampah dilakukan oleh siswa dibantu oleh petugas kebersihan. Sebagian sampah plastik yang masih layak pakai digunakan kerajinan kesenian.
Selain berkiprah pada kegiatan yang bersifat non akademik, siswa SMA Negeri 1 Gondang juga berprestasi di beberapa kegiatan yang bersifat akademik antara lain Juara II Lomba Kuis Ozon Tk Nasional Th 2007 dan Juara I Lomba UKS Tk Kabupaten.Kegiatan kemitraan pihak sekolah dengan pihak luar dalam pengembangan Pendidikan LH yaitu:
• Bermitra dengan PPLH Seloliman untuk semiloka
• Bermitra dengan Puskesman untuk PSN, skrening kesehatan, penyuluhan narkoba
• Bermitra dengan Perhutani untuk penghijauan dan out door/outbond
• Bermitra dengan Alumni Univ. jember untuk Kewirausahaan teknologi hasil pertanian
• Bermitra dengan PMI untuk donor darah
• Bermitra dengan PJI untuk kewirausahaan
• Bermitra dengan Pembenihan Jamur Tiram.
Pemanfaatan sarana pendukung sekolah sebagai media pembelajaran LH, pada umumnya sebagai laboratorium alam, yaitu:
• Kebun toga dimanfaatkan untuk pembelajaran keanekaragaman hayati.
• Kolam ikan dimanfaatkan untuk pembelajaran ekosistem air.
• Kumbung Jamur Tiram dimanfaatkan untuk laboratorium alam
• Taman / tanaman dimanfaatkan untuk laboratorium alam
• Sampah oganik untuk pembelajaran komposting
• Sampah anorganik untuk karya seni
Sosialisasi tentang berbudaya lingkungan senantiasa disampaikan kepada seluruh warga sekolah maupun orang tua siswa. Salah satu bentuk sosialisasi berbudaya lingkungan disampaikan melalui slogan – slogan yang ditempatkan di beberapa lokasi.

0 komentar:
Posting Komentar